Memahami iman dengan iqro

RESUME
Kajian Tauhiid Sesi 1
Ustadz DR. Amil Faisol Fath MA.
Masjid Istiqlal
12-3-2017
Memahami Iman dgn Iqro

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Bismillahhirrohmannirrohim.

Ada beberapa istilah dlm Al Qur'an yg kalau istilah itu kita tak dpt pahami dgn baik, maka kita akan salah paham. Kalau kita salah paham, maka pemahaman ini akan membangun persepsi. Kalau salah persepsi, maka akan salah bersikap. Misalnya sebagian org Islam paham bahwa agama Islam itu hny ritual. Islam itu hny sholat puasa haji baca Qur'an. Lalu dia merasa puas dgn itu, akhirnya hny menjadi org yg sholih tapi sholih sendirian. Sholih hny di masjid, tengah malam sholat tahajud, sholih hny rajin baca Qur'an. Tapi dia tak tahu menahu thdp lingkungan yg terjadi. Dia tak perduli terhadap saudaranya di Palestina yg sdg dibantai. Dia tak sakit hatinya. ALLAH direndah, Al Qur'an dinistakan, Ulama dihinakan. Dia diam saja tak tahu menahu  yg penting aku sholih.

Perhatikan pemahaman Islam ini byk sekali dan muncul dari persepsi. Perhatikan betapa pentingnya pemahaman itu, karena dari pemahaman membentuk prilaku perbuatan. Sebagian org Islam paham Islam hny ilmu, sehingga hny sibuk dgn menulis artikel buku tentang Islam. Hebat luar biasa sampai orang-orang bilang ini intelektual. Jika hanya dipikir itu saja, maka Islam hny sekedar kajian. Seminar dimana saja tapi subuhnya tak sholat. Dia bicara tentang Islam. Dia hny mengkaji akhirnya bosan dan merubah islam yg sesungguhnya. Misalkan haram diubah jadi halal, menjadikan sesuatu hal ibadah jadi bid'ah.

Muncullah penyimpangan-penyimpangan dalam Islam. Ada sebagian org Islam yg saking fokusnya mempelajari Islam akhirnya dibagi 2 dan memberi nama kelompok khusus krn tak semua hadits itu shohih. Dia dgn bangganya mendhoifkan hadits. Kemana mana baca Qur"an saja dan tak mau baca Hadits. Ada sebagian hny mengambil hadis.

Sehingga Islam itu hny sekitar masalah praktik ritual yg dipersoalkan hny tentang hadist saja.  Perhatikan inilah wajah Umat Islam yg sdg dihadapi dizaman ini. Masalahnya hny 1 pemahaman. Yg ALLAH perintahkan dlm al Qur'an adalah perirntah "Iqro". ALLAH tak menurunkan perintah beriman dan ibadah. Artinya paham dan jangan asal semangat bekerja tapi harus paham pekerjaan. Jangan asal semangat beriman tapi tak memahami. Beriman kpd apa dan siapa. Kata ALLAH itu "Iqro".

Perintah pertama kali mengajarlah ilmu bahwa Tiada Tuhan selain ALLAH. Jadi kedudukan memahami adalah dititik pertama spy tidak salah bersikap. Karenanya semua perusahaan yg baik yg hebat mereka utamakan org yg paham dalam bekerja drpd org yg sekedar bekerja. Misalkan saya ambil kuliah jurusan tafsir. Saya bawa ijazah dan daftar ke perusahan perminyakan di Jakarta. Kira-kira diterima nggak nih. HRD mengatakan bapak salah jurusan. Mereka tak mau mempekerjakan org yg salah jurusan. Perusahaan berlomba-lomba kursuskan karyawan spy paham kerjaannya. Semakin paham orang karyawan terhadap kerjaan, maka semakin baik itikad dan pekerjaan. Bahkan ada yg digaji besar krn pemahamannya misalkan direktur utama. Ini sama dgn Agama dan Islam. Jika ingin pahala besar tak hny beramal tp harus paham. Ini perintah ALLAH yaitu "Iqro" harus paham.

Manusia ini levelnya sama dimata ALLAH. Lalu krn pny iman, kata ALLAH tinggikan ini sifat dan derajatnya drpd yg tak pny iman. Kata ALLAH diantara yg sdh beriman ini ada yg paham diantara yg pny ilmu. Yg paham tinggikan lagi lebih tinggi antara langit dgn bumi. Diantara org beriman itu derajat atau tingkat-tingkat. Ini rahasia paham. 2 orang boleh jadi berdiri dishof yg sama. Sama-sama sholat yg 1 sholat hny ikutan doang. Aku muslim kan jadi aku sholat dong dan nggak ngerti sholat itu apa. Byk org arab yg ngerti sholat tp sholat itu apa? Itu namanya tak mengerti sholat. Dishaf pertama yg jadi sholatnya ikutan. Yg 1 paham benar bhw sholat ini komitmen dgn ALLAH, makanya aku siap ikut ALLAH. Kata ALLAH kerjakan, maka aku kerjakan.

Org yg paham sholat ini tidak mungkin berpura-pura dari-Mu. Tak mungkin menipu berbohong. Dia sujud kpd ALLAH. Kata ALLAH, adab antara sholat yg satu dgn yg lain berbeda.

Dan ini yg buka pintu hijroh Rasul dari orang-orang yg hnybertemu sekali dgn Nabi krn paham. Byk orang Islam yg tak pahami. Saat ditanya ikut ALLAH atau syaithan tak paham hny jawab netral saja. Inilah pentingnya pemahaman kalau dlm istilah para ulama disebut an fikum wama kana.

Kata ALLAH org beriman semua berperang dan harus ada yg melakukan fikih.

Contoh bgmn pemahaman ini berpengaruh thdp perilaku. Ada lagi perempuan saling mencintai. Yg satunya saling mencintai juga. Yg 1 pahamnya ALLAH menciptakan laki perempuan utk bersenang saja. Yg 1 memahami ALLAH menciptakan laki perempuan utk melanjutkan hidup beribadah ke ALLAH. Yg 1 berkata kita zina yuk dan akhirnya zina pdhl bpk ibu muslim krn paham laki perempuan hny bersenang. Yg 1 lagi memahami ibadah. Ayo kita akad nikah yuk. Mungkin segi bentuknya mirip tapi makna berbeda yg zina ke neraka yg nikah ke Surga dan itu dari pemahaman. Byk anak muda yg menempuh krn jalan zina dan byk anak yg dimutasi dibunuh krn ini bukan anakku. Ketika pemahaman salah, maka akan melahirkan perilaku yg salah. Kita harus ngaji spy paham tinggi derajatnya besar pahalanya. Itu makna pemahaman. Org Islam yg hny paham Islam itu hny sholat puasa haji dzikir selesai. Dia tak tahu menahu terserah dah mau org Islam dihina direndahkan dibunuh, dia diam saja.

Ceritanya Hadits panjang itu ALLAH memerintahkan malaikat azab utk mengazab sebuah negeri. Malaikat itu kaget melihat masjid dinegeri itu. Masuk malaikat kaget lagi kok ada orang sholih rajin ibadah dinegeri itu. Malaikat laporan ke ALLAH. Ya ALLAH bgmn aku azab mereka ditengah mereka ada hamba-Mu yg tak pnh buat maksiat kepada-Mu. Jawaban ALLAH mulai azab dr org sholih dan malaikat kaget lagi, knp Ya ALLAH. ALLAH berkata dia hny sholih sendiri dan tak pernah marah dan hny ingin masuk Surga sendirian. Mulai azab dia. Dari sini kita paham ayat ALLAH artinya kamu itu jadi umat terbaik bukan krn ritual. Syaithan tahu kita rajin baca Qur'an sholat di Masjid. Syaithan tersinggung jika kita melakukan amar maruf nahi mungkar. Loh loh kata syaithan ini sudah ngajak org nih. Kalau rajin sholat, maka syaithan diam saja. Kalau sudah amar maruf ke Masjid ngaji, syaithan masih merasa aman. Jika sdh ada spt ini maka syaithan tersinggung kok byk ngaji dan syaithan buat fitnah. Lebih parah kalau sdh nahi mungkar, maka syaithan ngamuk. Makanya para ulama yg masuk ke wilayah nahi mungkar dimusuhi. Kalau masih amar maruf syaithan biasa saja.

Bedakan ulama lurus jika dimusuhi syaithan. Jika tak dimusuhi syaithan itu ulama yg bengkok. Bukan masalah pakai Qur'an dan Hadits. Tapi masalahnya dimusuhi syaithan. Jika dimusuhi syaithan itu lurus, jika dimusuhi ulama itu nggak lurus.

Inilah rahasia "Iqro". Beberapa istilah yg kita temukan. Misalkan istilah iman. Iman ini bhs Indonesia percaya. Aku beriman kpd ALLAH tapi inti iman ini adalah sikap. Maka kalau seseorang beriman tp tak pny sikap maka imannya tak ada sekalipun mengakui. Contoh siapa yg melihat kemungkaran apa sikap kita. Segera bersikap pegang tangannya tarik. Ada org mau jatuh kejurang pegang tangannya tarik. Itu maksudnya bersikap bukan nonton diam. Kata Nabi tarik. Jika tak mampu dgn lidahnya jangan katakan itu haram tapi sampaikan. Hatimu membara tidak setuju tidak suka aku tidak sama dgn dia benar dia suamiku ini berbeda. Aku tak ridho. Kata Nabi org yg menolak dgn hatinya itu dilevel paling bawah. Itu paling rendahnya iman. Iman ini = sikap. Bayangkan jk ada org ditanya pilih firaun atau Nabi Musa kmn sikapnya. Oh aku netral saja maka tak pny iman. Menolak dgn hati saja sdh dikatakan Nabi paling lemahnya iman. Apalagi netral saja dan mendukung. Ini persoalan besar. Dizaman Nabi org munafik ikut sholat tp hny sholat isya dan subuh mereka menghilang.

Mereka sholat org munafik tapi kata ALLAH ini bukan persoalan sholat atau puasa tp sikap. Inilah namanya Iman. Istilah pertama iman itu intinya adalah sikap. Ketika seseorang tak menunjukkan sikap artinya sdh tak pny iman. Gampang cara ALLAH mentes.

Dizaman Nabi ada tes iman, misalkan ada perang badar uhud yg pny iman berangkat. Dlm ibadah haji umroh yg pakai ihrom tak boleh berburu. Krn pny iman patuh, sahabat tak berburu sekalipun menggiurkan.

Zaman Tholut pernah melewati sungai. Sungai ini bening dan mengecek iman mereka. Yg minum 1 tegukan boleh ikut dan lebih dari 1 tegukan tak boleh ikut. Kalau skrg hny 1 ayat saja Al Maidah Ayat 51. Itu saja tiba-tiba keliatan mana masih beriman dan jelas kafir mana pura-pura beriman tampak jelas sekali. Ini cara ALLAH ngetes dan kita tahu satu ayat Qur'an itu identik dgn Al Qur'an. Hina satu ayat itu otomatis kafir. ini namanya satu kesatuan.

Qur'an itu spt satu kwsatuan tak dipisahkan. 1 ditolak maka menolak semuanya. Menolak 1 Nabi = menolak semua Nabi. Pemahaman spt ini yg kita pahami satu kesatuan. Kalau masuk Islam secara utuh, jgn sepengal-sepengal. Jangan hny diambil hukum ibadahnya yg harokat tak diambil. Zina haram tak diambil tak diikuti. Ini namanya masa kamu beriman hny sebagian Al Qur'an.

Mau nggak dicintai suami separuh saja. Tak mau. Nabi ini yg dicintai bukan hny iman sholat dimasjid. Nabi kontrol pasar, Nabi imam pemimpin negara, makanya sayang dong sibuk berdebat seputar sholat. Seakan-akan hny itu sholat bahkan sampai dipaksa sholat harus satu style.

Misalkan sholat subuh ada pakai qunut dan tak ada pakai qunut, padahal semua itu benar knp dimasalahkan. Krn cara memahami yg salah, makanya kita jgn sampai tak mengerti segala sesuatu yg kita kerjakan. Ini tak perlu diperdebatkan krn semua benar. Makanya para ulama kita cerdas dlm memberikan pemahaman. Dlm Islam yg namanya usul dan furud. Usul itu intinya batang pokok harus ada. Furud itu cabang. Ibarat pohon coba bapak ibu pny pohon. Kalau dipatahi cabangnya pohon mati tidak. Jika cabang dibiarkan terus pohonnya mati tidak. Tapi kalau cabangnya ditebang maka pohon mati.

Sholat subuh 2 rokaat itu usul. Baca qunut saat subuh itu furud. Yg batal yg nggak sholat subuh dan nggak perlu dibahas. Yg qunut benar dan tak qunut benar, yg salah yg nggak sholat subuh. Tak boleh saling mengingkari dlm masalah khilafiyah. Ini pemahaman. Ada yg tahlilan maulidan ini masuknya furud. Jika masuk furud ini berbeda pendapat. Beda pendapat namanya ulama. Ulama beda pendapat krn dalilnya sdh ada masing-masing. Kita hny urus yg besar besar.

Dlm memahami Islam kita harus cerdas. Istilah iman itu yg mampu memiliki sikap dan sikap akan muncul sesuai pemahaman kita. Jika persepsi sempit, maka sikapnya kecil. Ada org pny persepsi yg penting hidup sdh nyaman tak perlu pny uang dan rumah. Dihitung-hitung hny butuh 100rb utk sehari dan santai saja jalani hidup. Jualan sehari-hari bubur ayam habis, dia tidur dirumah. Besok buka lagi bubur ayam krn persepsinya 100rb. Jika dia persepsi hny pny penghasilan sehari 1juta krn aku pengen beli mobil rumah pergi haji. Dia mikir kalau gitu aku hrs pny 10 counter bubur ayam. Persepsi melahirkan sikap. Org Islam yg hny memahami ilmu ritual, maka akan bertengkar. Nabi pemimpin pasar pasukan negara maka aku pikir tugasku besar dan harus urus negara dan terbuka sikapnya. Jgn hny diambil ritualnya.

Contoh setiap ibadah ritual oleh ALLAH dihubungkan dgn sikap misalkan ttg sholat itu ibadah ritual, mencegah perbuatan keji itu sikap. Sholatnya 10menit total 50menit dan yg byk sikapnya. 24 jam mencegah perbuatan keji dgn mengontrol diri jgn sampai buat nekad.

Fasah itu dosa yg membahayakan diri sendiri. Lu jgn ikut-ikut zina. Mungkar adalah dosa yg bahayakan org lain spt menipu mencuri koruptor.

Puasa misalnya ritual dan takwa ini sikap. Takwa dikantor jabatan pasar itu namanya sikap dan yg byk makan waktu itu sikap. Zakat sodaqoh itu ritual. Sikapnya itu kamu bersihkan jiwa, jgn sampai rakus makan yg haram selama 24 jam. Haji itu ritual. Sikapnya tak berkata jorok tak bertengkar. Setiap ibadah ritual dihubungkan dgn sikap. Spy tahu jumlah ritual dikecilkan dan yg byk makan waktu itu sikapnya.

Kalau hny 5 kali sholat dan habiskan waktu 50 menit, pdhl kita 24 jam hidup. ALLAH buat langit bumi memiliki program. Ritual akan dihapus pahala. Org yg berpuasa tp sikapnya kotor jorok curang dukung kafir maksiat. Kata Nabi, ALLAH tak butuh sholatnya.

Ini rahasia ALLAH utk "Iqro". Jika kita tak paham Iqro, maka sikapnya salah. Pahala besar itu disikap. Kata Nabi itu kalau kamu berhasil mengajak beriman ke ALLAH, dpt hidayah taati ALLAH, maka pahalanya lebih besar drpd dunia seisinya.

Misalkan ibu ibu ajak pengajian di istiqlal pdhl ibu ini tak sukai ngaji. Lalu jadi suka ngaji, maka ibu itu dpt pahala krn sikapnya. Dia ngajak sendirian tak ngajak orang, maka itu bukan sikap.

Misalkan seorang ibu ajak 1 bus dan 1 bus ngajak yg lainnya, maka ibu ini mendapat pahalanya besar. Krn pernah ngajak org ngaji. Namanya multi level pahala.

Jangan bosan ngaji dan ngajak ngaji. Teruskan pemahaman krn sdg memahami kita pny sikap. Nabi bukan hny imam di Masjid tapi juga imam dipasar. Islam bukan hny sholat tapi islam itu luas seperti politik, pemerintahan.

Jika mau ikut ALLAH, maka harus pny sikap jgn setengah-setengah. Harus memiliki kejelasan sikap kita. Itulah makna beriman kpd ALLAH.

Mohon Maaf Lahir Batin apabila ada kesalahan dalam penulisan dan kekhilafan catatan ini.

Semoga bermanfaat. Silakan dishare.

Jazaakumullahu khoiron katsiron.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dewi Purnama | DePur @putriumi


Post a Comment

Popular Posts